Bawang Merah Tingkatkan Produktivitas Karet

KOMPAS/HAMZIRWAN
Ilustrasi: Seorang petani karet di Desa Alue Buloh, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, tengah mengumpulkan bahan olahan karet rakyat (bokar) di kebun.

Luas lahan karet Indonesia, 2,3 - 3 juta hektar menjadi lahan karet terluas di dunia. Namun, produktivitas karet di Indonesia masih rendah, kalah dibanding Thailand dan Malaysia yang mendominasi pasar internasional. Mahasiswa Departemen Hasil Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian tentang penggunaan bawang merah sebagai stimulator produksi getah karet di perkebunan karet Deli Sewrdang, STM Hulu, Sumatera Utara. Hasil penelitian mengungkap bahwa bawang merah memang bisa meningkatkan produktivitas getah karet. Zat kimia dalam bawang merah bisa menghambat aktivitas mikroba pada lateks. Ini membantu lateks lebih cepat menggumpal. "Hal ini dapat melancarkan aliran lateks yang keluar, dan lateks yang keluar lebih lama. Artinya pula menyebabkan produksi getah karet meningkat," kata Apriansyori Barus, salah satu mahasiswa peneliti, seperti dikutip ANTARA, Minggu (4/12/2011). Selain Apriyansori, mahasiswa lain yang terlibat penelitian ini adalah Resti Puji Lestari, Yeni Elpia, Sugianto, dan Irwan Fauzi. Mereka melakukan penelitian ini selama 4 bulan dan hasil penelitian telah dibuktikan lewat analisis statistik. Senyawa yang bisa menghambat anktivitas mikroba belum diidentifikasi. Menurut Apriyansori, diperlukan penyempurnaan metode pemberian ekstrak bawang merah sebagai stimulator. Selain itu, perlu pula uji kualitas lateks yang dihasilkan. Sumber : ANT

0 komentar:

Posting Komentar

http://sudut-korupsi.blogspot.com